Perencana wilayah dan kota yang sekarang menulis tentang cara negara merencanakan, menganggarkan, dan menagih janjinya sendiri.
Hampir empat tahun saya bekerja di Kementerian PPN/Bappenas, di Direktorat Industri, Perdagangan, dan Peningkatan Investasi. Pekerjaannya kebijakan industri untuk sektor logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika, serta koordinasi kawasan industri dengan pemerintah daerah dan kementerian. Saya ikut menulis Bab Industri dalam RPJPN 2025–2045 dan mengawal lebih dari 50 kawasan industri prioritas, dari Morowali sampai Batang.
Sejak Oktober 2026 saya menulis penuh waktu dengan dukungan hibah Emergent Ventures dari Mercatus Center, George Mason University. Fokusnya perencanaan pembangunan sebagai instrumen: bagaimana RPJMN, RKP, dan arahan Presiden bekerja, dan di mana celahnya.
Sistem perencanaan nasional, APBN, Instruksi Presiden, dan instrumen baru seperti PKPN. Siapa memutuskan apa, dan di dokumen mana.
Kawasan industri, Proyek Strategis Nasional, hilirisasi, dan mengapa pabrik bisa tertunda dua tahun karena narasi yang tertinggal di dokumen.
RTRW, ruang publik, dan transportasi Jakarta. Kota yang lebih mudah dibangun dan ditinggali.
Progress studies dan kapasitas negara. Pertumbuhan ekonomi termasuk di dalamnya, tapi ukurannya lebih luas dari PDB.
Menemukan inisiatif berdampak tinggi dan membangun jaringan pemberi di Indonesia.
Puisi (Cavafy, Longfellow, Remy Sylado), teater dan musikal, lagu satire Tom Lehrer dan Gilbert & Sullivan, sepeda, dan Civilization.
Catatan tentang perencanaan, pembangunan, dan kemajuan Indonesia. Terbit tiap pekan, dengan seri Know your K/L, Know your Plan, dan What DPR is up to.
Sasaran dan indikator dari RPJPN, RPJMN, RKP, dan rencana sektoral dalam satu tabel, lengkap dengan halaman sumbernya. Dimulai dari 91 indikator RPJPN 2025–2045.
Arsip teks pidato Presiden dari Kemensetneg, sekitar 3.000 pidato sejak 2006, bisa dicari per topik, tanggal, dan tempat.
Laporan singkat, risalah, dan kunjungan kerja tiap komisi dan badan, dicocokkan dengan agenda rapat. Rapat yang terlaksana tanpa dokumen publik ikut tercatat.
Pembacaan puisi, tulisan, dan proyek potret.