Jakarta

Guntur SuryadiGuntur Iqbal Kelana Suryadi

Perencana wilayah dan kota yang sekarang menulis tentang cara negara merencanakan, menganggarkan, dan menagih janjinya sendiri.

Menimbang
  1. bahwa Indonesia punya banyak rencana, dan tidak semuanya saling merujuk;
  2. bahwa arah kebijakan sering bergeser lewat dua kata dalam satu pasal atau satu angka dalam satu tabel indikator;
  3. bahwa hal semacam itu perlu ada yang membaca.
Bagian Kesatu

Siapa saya

Hampir empat tahun saya bekerja di Kementerian PPN/Bappenas, di Direktorat Industri, Perdagangan, dan Peningkatan Investasi. Pekerjaannya kebijakan industri untuk sektor logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika, serta koordinasi kawasan industri dengan pemerintah daerah dan kementerian. Saya ikut menulis Bab Industri dalam RPJPN 2025–2045 dan mengawal lebih dari 50 kawasan industri prioritas, dari Morowali sampai Batang.

Sejak Oktober 2026 saya menulis penuh waktu dengan dukungan hibah Emergent Ventures dari Mercatus Center, George Mason University. Fokusnya perencanaan pembangunan sebagai instrumen: bagaimana RPJMN, RKP, dan arahan Presiden bekerja, dan di mana celahnya.

2026–kini
Penulis dan editor, Notes on Nusantara. Penerima hibah Emergent Ventures.
2022–2026
Analis kebijakan, Direktorat Industri, Perdagangan, dan Peningkatan Investasi, Bappenas.
2022–kini
Effective Altruism Indonesia. Ketua Pengurus Perkumpulan EA Indonesia dan Lead Community Builder.
2017–2021
Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Bandung.
Bagian Kedua

Yang saya perhatikan

Perencanaan dan anggaran

Sistem perencanaan nasional, APBN, Instruksi Presiden, dan instrumen baru seperti PKPN. Siapa memutuskan apa, dan di dokumen mana.

Kebijakan industri

Kawasan industri, Proyek Strategis Nasional, hilirisasi, dan mengapa pabrik bisa tertunda dua tahun karena narasi yang tertinggal di dokumen.

Kota dan tata ruang

RTRW, ruang publik, dan transportasi Jakarta. Kota yang lebih mudah dibangun dan ditinggali.

Kemajuan

Progress studies dan kapasitas negara. Pertumbuhan ekonomi termasuk di dalamnya, tapi ukurannya lebih luas dari PDB.

Memberi secara efektif

Menemukan inisiatif berdampak tinggi dan membangun jaringan pemberi di Indonesia.

Di luar kerja

Puisi (Cavafy, Longfellow, Remy Sylado), teater dan musikal, lagu satire Tom Lehrer dan Gilbert & Sullivan, sepeda, dan Civilization.

Bagian Ketiga

Karya

  • Catatan tentang perencanaan, pembangunan, dan kemajuan Indonesia. Terbit tiap pekan, dengan seri Know your K/L, Know your Plan, dan What DPR is up to.

  • Sasaran dan Indikator Pembangunan

    Tautan menyusul

    Sasaran dan indikator dari RPJPN, RPJMN, RKP, dan rencana sektoral dalam satu tabel, lengkap dengan halaman sumbernya. Dimulai dari 91 indikator RPJPN 2025–2045.

  • Apa dan Di Mana Presiden Menyampaikannya

    Tautan menyusul

    Arsip teks pidato Presiden dari Kemensetneg, sekitar 3.000 pidato sejak 2006, bisa dicari per topik, tanggal, dan tempat.

  • Monitor DPR

    Tautan menyusul

    Laporan singkat, risalah, dan kunjungan kerja tiap komisi dan badan, dicocokkan dengan agenda rapat. Rapat yang terlaksana tanpa dokumen publik ikut tercatat.

  • Puisi dan Pembacaan

    Tautan menyusul

    Pembacaan puisi, tulisan, dan proyek potret.

  • Tulisan tamuThe Reformist, Think Policy
  • KomunitasEffective Altruism Indonesia
  • InisiatifEfektif Berbagi
  • PrakiraanMetaculus
  • Dukung tulisanSaweria